Latihan saat hamil bertambah 7 kilogram lebih sedikit

Mual dan muntah yang dialami dalam 3 bulan pertama, nyeri pinggang dan selangkangan yang berkembang dengan pembesaran perut sejak minggu ke-20 hanyalah beberapa contohnya. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan olahraga yang sehat dan nutrisi yang teratur. Berbicara dalam pelatihan yang diberikan oleh merek dermocosmetic Prancis Lierac untuk ibu hamil, Spesialis Ginekologi dan IVF Op. Dr. Faruk Onur Başeğmez menjelaskan manfaat olahraga bagi ibu hamil.

·BERAT KURANG: Berat badan ibu hamil yang melakukan olahraga 7 kilogram lebih sedikit daripada mereka yang tidak.

·ULANG TAHUN MUDAH: Berkat otot perut yang kuat dan dasar panggul yang kuat, saat dorongan ibu ditambahkan ke rasa sakit pada kelahiran normal, kelahiran normal yang nyaman menjadi tak terelakkan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di AS, angka kelahiran normal pada wanita yang berolahraga 58 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

·RISIKO DIABETES LEBIH RENDAH: Risiko diabetes gestasional (diabetes gestasional), yang membawa risiko seperti kematian bayi mendadak antara 28-40 minggu dan berat badan lahir tinggi, 27 persen lebih rendah pada mereka yang berolahraga.

·KURANG KONSISTENSI:Ibu hamil mengeluh sembelit dan wasir akibat peningkatan hormon estrogen selama kehamilan. Olahraga teratur dan konsumsi cairan sangat mengurangi keluhan ini.

·MORAL TINGGI, GIGI KURANG:Sangat umum bagi ibu hamil untuk menangis saat menonton film kartun saat hamil. Olahraga teratur berdampak positif pada psikologi ibu hamil.

·KURANG CAESARI:Yoga, pilates, dan latihan peregangan yang teratur mengendurkan dasar panggul dengan menggunakan hormon yang disebut relaxin, sehingga mengurangi kemungkinan sesar.

·PEMBAYARAN KURANG: Pada periode terakhir kehamilan, pembengkakan kaki diamati karena beberapa efek hormonal yang berkembang dalam sirkulasi tubuh. Keadaan ini bisa dicegah dengan olahraga teratur.

·TIDUR LEBIH NYAMAN:Olahraga teratur juga cocok untuk mengatasi insomnia yang berkembang pada periode terakhir kehamilan.

·GAMBAR YANG LEBIH BAIK: Penambahan berat badan saat hamil, pemisahan otot perut (diastesis recti), kaki bengkak semua ini secara visual membuat calon ibu tidak bahagia. Olahraga teratur mencegah situasi ini berkembang.

JENIS LATIHAN YANG MANA?

Dalam memilih olah raga, perlu membagi ibu hamil menjadi 2 kelompok yaitu ibu hamil yang melakukan olah raga sebelum hamil dan yang tidak. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada salahnya orang yang memiliki aktivitas olahraga sebelum hamil untuk melanjutkan aktivitas rutinnya kecuali jika ada risiko pada kehamilannya. Para calon ibu yang akan mulai berolahraga selama hamil bisa jalan kaki, berenang, pilates kehamilan, fitnes dan yoga. Namun, semua ini harus diikuti oleh pelatih pribadi yang berpengalaman. Karena untuk semua pelatihan ini, akan ada situasi dan gerakan khusus kehamilan.

Tulisan Terbaru