Wanita menyusui harus menurunkan berat badan maksimal 2 kilogram per bulan

Dilara Kocak

ASI adalah makanan paling berharga di alam. Selama enam bulan pertama, menyusui setiap kali bayi menangis dan tidak memberinya makanan selain ASI adalah cara yang efektif untuk memberikan ASI. Efisiensi ASI sangat penting bagi bayi. Anak-anak yang diberi ASI eksklusif memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat sehingga mereka terlindungi dari berbagai penyakit.

Ibu tidak boleh mengambil risiko susunya demi menurunkan berat badan. Selama masa menyusui, kira-kira 6 - 7 gelas teh, yaitu 600 - 700 mililiter susu, dikeluarkan setiap hari. Kalori yang dikeluarkan untuk ini sekitar 500 - 700 kalori per hari. Kehilangan kalori ini setara dengan satu jam olahraga sedang. Oleh karena itu, jika ibu yang memiliki pola makan seimbang saat menyusui dan mendapat cairan yang cukup, mengakhiri persalinannya dengan pertambahan berat badan dalam batas yang diterima seperti biasa, pada akhir enam bulan, ia akan membuang kelebihan berat badan yang dimilikinya. diambil saat lahir dan disimpan untuk menghasilkan susu.

Penting bagi ibu yang menyusui bayinya dengan ASI untuk mengetahui perubahan berat badan selama masa menyusui.

Tidak perlu makan untuk dua orang!

Tidak pernah tepat bagi ibu menyusui untuk menurunkan berat badan lebih dari dua pon sebulan. Gizi ibu menyusui yang tidak mencukupi dan tidak seimbang mengganggu kesehatan ibu dan menurunkan produksi ASI. Ibu yang menyusui bayinya tidak boleh makan untuk dua orang atau mencoba menurunkan berat badan dengan cepat dan melakukan diet.

Selama menyusui, cukup makan 300-500 kalori lebih banyak di samping kebutuhan kalori normal Anda. Untuk memenuhi kebutuhan ini, cukup dengan menambahkan segelas susu, telur atau bakso, sepotong roti tipis, dan sepotong buah.

Beberapa makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui dapat berdampak buruk pada bayi. Jika Anda mencurigai suatu kelompok makanan, Anda harus menghindari makanan ini selama seminggu. Kemudian Anda harus mengambil sedikit dan mengamati bayi.

Terutama susu sapi, kacang tanah, kubis, coklat, jeruk, strawberry dan tomat merupakan makanan alergen yang dapat melewati ASI dan mengganggu bayi.

Anda akan membutuhkan banyak cairan saat menyusui. Minumlah satu gelas, yaitu 200 - 250 mililiter air, setiap kali menyusui. Pastikan untuk minum kurang lebih 2,5 - 3 liter cairan sehari.

Ingatlah selama menyusui!

Tubuh Anda menghabiskan sekitar tujuh kalori untuk 1 mililiter produksi susu.

Protein harus diambil dalam jumlah yang cukup. Terutama ikan sebaiknya dikonsumsi minimal dua kali seminggu.

Vitamin B12 penting untuk produktivitas susu. Sumber terbaik adalah daging merah tanpa lemak dan telur.

Asam folat penting selama kehamilan dan juga selama menyusui. Perlu makan sayuran berdaun hijau secara berlimpah.

Konsumsi vitamin B juga harus mencukupi. Untuk ini, gandum utuh, bulgur, dan kacang-kacangan bisa lebih disukai.

Magnesium dan seng penting bagi setiap wanita di setiap periode kehidupan. Salah satu sumber terbaik adalah hazelnut.

Vitamin D tidak cukup dalam ASI. Terlepas dari suplementasi untuk bayi, meminumnya di luar ruangan selama 15 hingga 20 menit setiap hari dalam cuaca cerah bermanfaat untuk sintesis vitamin ini.

Jika Anda kekurangan zat besi, Anda bisa menambahkan molase atau kismis ke dalam jus.

Jika Anda ingin makanan yang manis, Anda dapat memilih makanan penutup seperti susu yang tidak menyebabkan gas.

Meski belum terbukti secara ilmiah, bawang merah, teh jelatang, dan malt umumnya memiliki efek positif pada pelepasan ASI.

Kolak dapat disiapkan tanpa gula. Gula alami buah-buahan cukup untuk ini.

Contoh menu nutrisi satu hari ibu menyusui

Sarapan

1 gelas susu atau telur, 1 kotak korek api keju, 1 sendok teh selai atau molase, 2 irisan tipis roti

Camilan

1 buah sedang atau kolak

Makan siang

Camilan

1 gelas buttermilk, 1 irisan tipis pai

Malam

1 mangkuk sup, 3 - 4 bakso, daging panggang atau ayam atau ikan, Salad (dengan 1 sendok teh minyak zaitun), 1 potong roti

Camilan

1 buah sedang, 1 gelas susu, 10 kacang

Tulisan Terbaru