1 sendok keajaiban untuk bayi!

Masa transisi ke makanan padat, terutama setelah ASI, menjadi tantangan bagi keluarga dan juga bayi. Karena dasar dari kebiasaan makan yang benar diletakkan pada rentang usia ini, hal itu sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi di usia lanjut. Minyak zaitun menonjol di antara makanan yang harus dikonsumsi pada periode ini dalam hal nilai kesehatan dan manfaatnya. Deniz ┼×afak, Spesialis Nutrisi dan Diet dari Rumah Sakit Pusat, memberikan informasi tentang pentingnya dan tempat minyak zaitun dalam memberi makan bayi usia 6-12 bulan.

Gizi paling dasar dalam nutrisi bayi adalah ASI. Tidak hanya cocok untuk sistem pencernaan bayi, ia juga memenuhi semua kebutuhan untuk tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, nutrisi dasar bayi dalam 6 bulan pertama harus berupa susu. Namun, ASI saja tidak cukup, karena bayi tumbuh setelah 6 bulan. Secara bertahap, transisi ke makanan tambahan harus dilakukan. Karena sistem pencernaan akan diperkenalkan dengan makanan baru untuk pertama kalinya, setiap makanan yang dipilih sangatlah penting. Makanan yang dipilih harus memiliki risiko alergen yang rendah dan cocok untuk pencernaan bayi. Pertama, Anda harus mulai dengan buah-buahan seperti apel, lalu beralih ke yogurt fermentasi yang mudah dicerna di rumah, dan kemudian hidangan sayuran. 1 sendok makanan penutup minyak zaitun harus ditambahkan ke hidangan sayur dan sup yang disiapkan untuk bayi. Ini penting untuk energi bayi dan asam lemak yang dikandungnya. Saat menggunakan minyak zaitun, poin terpenting adalah jangan sampai terkena suhu tinggi. Untuk alasan ini, minyak harus ditambahkan ke dalam sayur atau sup setelah ditutup dan pemasakan tidak dilanjutkan setelahnya.

Minyak zaitun diperlukan untuk membangun kesehatan bayi

Melihat kandungan minyaknya, minyak zaitun kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan mengandung asam oleat. Asam lemak ini sangat penting untuk kesehatan pembuluh darah. Ini mencegah pengerasan arteri serta membantu mengurangi kolesterol. Bayi belum mengalami masalah seperti itu, tetapi ini dikenal sebagai jenis lemak yang paling cocok untuk melindungi kesehatan pembuluh darah. Di sisi lain, ini adalah antioksidan kuat dan melindungi dari kanker. Ini sangat penting dalam hal membangun landasan kesehatan pada bayi usia 0-1 tahun. Oleh karena itu, pemberian makan bayi harus dilakukan dengan cara yang paling ideal. Bayi juga mungkin mengalami masalah sembelit secara berkala. Minyak zaitun adalah metode alternatif terbaik untuk mengatasi masalah ini.

Vitamin A, D, E dan K dapat digunakan di dalam tubuh, tergantung pada minyak zaitun

Lemak yang dikonsumsi bersama makanan tidak hanya memberikan energi dan memperlancar pencernaan, tetapi juga diperlukan untuk penggunaan vitamin yang larut dalam lemak dalam tubuh. Karena vitamin A, D, E dan K dilarutkan dalam lemak, sangat sedikit lemak yang dibutuhkan untuk digunakan dalam tubuh. Misalnya, saat jus wortel diberikan pada bayi, vitamin A di dalamnya tidak bisa diserap dengan baik. Jika jus wortel ini diberikan bersama makanan; Minyak dalam makanan cukup untuk penyerapan vitamin A dalam jus wortel. Namun, jika jus wortel disajikan sendiri sebagai camilan; 1 sendok teh minyak zaitun harus ditambahkan ke dalamnya. Dengan cara ini, keduanya memfasilitasi pencernaan dan vitamin A menjadi lebih aktif di dalam tubuh. Contoh ini juga berlaku untuk aprikot, brokoli, zucchini, bayam, bawang putih, cabai merah dan hati hewan yang mengandung vitamin A.

Vitamin D berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Ini melindungi otot dan diperlukan untuk perkembangan tulang dan gigi. Salah satu manfaat terpenting adalah memperkuat kekebalan. Untuk efek positif ini, kuning telur, ikan, dan minyak zaitun harus diberikan kepada bayi sebagai nutrisi. Karena tidak semua vitamin D yang dikonsumsi aktif, sinar matahari dibutuhkan untuk aktivasi. Tangan, kaki dan wajah bayi harus disentuh sinar matahari selama 10-15 menit tiga kali seminggu. Waktu dini hari atau setelah pukul 16.00 adalah waktu yang paling cocok untuk mendapatkan sinar matahari.

Salah satu efek terpenting vitamin E adalah memperkuat sistem kekebalan bayi dan melindungi dari penyakit. Vitamin E juga penting untuk kesehatan mata. Di antara makanan yang bisa dimakan bayi, sayuran berdaun hijau (sebaiknya diberikan setelah bulan ke-8); minyak zaitun, minyak dan telur lainnya.

Vitamin K diperlukan untuk pembentukan tulang pada bayi. Ini meningkatkan daya tahan bayi dan anak-anak terhadap infeksi. Di antara makanan yang dapat dikonsumsi bayi adalah kuning telur, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan (sebaiknya diberikan setelah bulan ke-8).

Vitamin D, E dan K memang penting untuk tumbuh kembang bayi, namun sangat penting untuk mempersiapkannya dengan benar. Makanan yang mengandung vitamin ini sebaiknya tidak dimasak terlalu lama. Trik terpenting saat menyiapkannya adalah menambahkan minyak zaitun ke makanan terakhir.

Minyak yang paling cocok untuk bayi, minyak zaitun extra virgin

Ada banyak jenis minyak zaitun yang beredar di pasaran. Minyak yang paling cocok untuk bayi; Minyak zaitun extra virgin dengan keasaman 0,3-0,5. Minyak zaitun dengan merek tertentu juga bisa digunakan. Nutrisi yang tepat untuk bayi dan anak penting sepanjang hidup mereka. Dalam periode ini, bayi yang diberi makan dengan benar akan tumbuh dan berkembang sepenuhnya, dan penyakit kronisnya berkurang di tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, bayi sebaiknya tidak diberi makanan siap saji yang mengandung aditif sampai usia 1 tahun. Selain itu, gula dan garam harus dihindari sama sekali dan manfaat maksimal harus diperoleh dengan cara memasak yang benar.

Tulisan Terbaru