Gejala perforasi paru-paru

Jenis cedera ini menyebabkan penumpukan udara yang tidak normal di sekitar paru-paru. Setelah itu, orang tersebut mengalami kesulitan bernapas karena paru-parunya tidak dapat mengembang secara normal.

Jika Anda merasa mengalami perforasi paru-paru, atau jika Anda mengalami gejala perforasi, Anda harus segera mencari bantuan medis untuk menghindari komplikasi yang dapat menyebabkan kematian.

Cedera perforasi paru menyebabkan pasien mengalami nyeri mendadak dan tajam di area dada, lokasi tusukan. Gejala nyeri dada biasanya muncul di kedua sisi dada bukan di tengah. Biasanya, sensasi nyeri menjadi lebih parah saat Anda mencoba bernapas dengan normal.

Perkembangan nyeri dada juga bisa menjadi gejala dari masalah medis lain seperti serangan jantung, jadi disarankan untuk segera menemui ahli medis.

Akibat perforasi paru-paru, udara yang terkumpul di sekitar paru-paru mencegah paru-paru mengembang secara normal. Dalam kasus ini, pasien mengalami kesulitan bernapas yang parah dan sesak napas. Kesulitan bernapas dapat mencegah oksigen yang cukup mencapai organ vital, yang menyebabkan gejala lain seperti sakit kepala dan pusing.

Jika sel, jaringan, dan organ dalam tubuh tidak dapat memperoleh cukup oksigen karena tusukan paru-paru, pasien dapat mengalami kelelahan bahkan setelah melakukan gerakan fisik yang sangat sederhana.

Batuk darah juga merupakan salah satu gejalanya.

Dalam beberapa kasus, batuk darah dalam jumlah kecil mungkin merupakan salah satu gejala perforasi.

Penurunan kadar oksigen dalam tubuh akibat perforasi paru-paru juga dapat memengaruhi fungsi jantung. Jantung pasien yang mengalami perforasi paru-paru mungkin mulai berdetak lebih cepat dari biasanya. Alasannya adalah keinginan jantung untuk bekerja lebih keras dan mengirim lebih banyak darah beroksigen ke tubuh yang kekurangan oksigen.

Namun, akibat detak jantung yang cepat, pasien mungkin mengalami kecemasan dan pusing.

Gejala lain dari perforasi paru-paru adalah perubahan warna kulit. Pasokan oksigen yang tidak mencukupi menyebabkan perubahan warna di beberapa bagian kulit.

Pasien dengan perforasi paru mungkin jauh lebih pucat dari biasanya atau kulit mereka bisa menjadi kebiruan. Ini disebut sianosis, memar, atau penyakit biru. Kulit yang terkena mungkin terasa dingin saat disentuh, dan gejala ini bisa disertai pusing dan kehilangan kesadaran.

Kesehatan Segera

Tulisan Terbaru