Mengapa Idul Fitri disebut Hari Raya Gula?

Menjelang Hari Raya Ramadhan, salah satu pertanyaan yang paling banyak dibicarakan adalah mengapa disebut hari raya Idul Fitri. Kadang-kadang dikatakan bahwa itu adalah Idul Fitri yang benar, dan dalam kasus lain dianggap bahwa Hari Raya Gula adalah definisi yang lebih akurat. Jadi apa kebenarannya? Mengapa Idul Fitri disebut Hari Raya Gula?

Bahasa Arab Idul Fitri

Untuk menjawab pertanyaan ini dengan benar, pertama-tama perlu melihat bahasa Arab Idul Fitri. Idul Fitri berarti "idul fitri" dalam bahasa Arab. Artinya "pesta buka puasa" dalam bahasa Turki penuh. Dengan kata lain, di negara-negara Arab, Ramadhan sebenarnya dirayakan sebagai buka puasa. Alasannya adalah mereka akan melakukan buka puasa terakhir selama 30 hari puasa.

Namun, seiring berlalunya waktu, Pesta Buka Puasa berubah menjadi hari libur Thanksgiving, sehingga diteruskan ke dalam bahasa Turki sebagai "permen". Oleh karena itu, mulai dirayakan sebagai Festival Gula.

Pengaruh Ottoman

Jawaban lain atas pertanyaan mengapa Idul Fitri disebut Hari Raya Gula berasal dari Periode Ottoman.

Selama periode Ottoman, baki permen dikirim ke tentara setelah 15 hari pertama Ramadhan. Maka, pada hari raya Ramadhan, masyarakat mulai membuat manisan, anak-anak pergi membeli manisan dengan tunjangan hari raya, bahkan gula dibagikan kepada anak-anak sebagai pengganti uang. Maka dari itu, membeli dan memberi gula pada hari raya Ramadhan yang sudah menjadi tradisi ini semakin melambungkan namanya menjadi Idul Fitri dari waktu ke waktu.

Singkatnya, alasan mengapa Idul Fitri disebut Hari Raya Gula sepenuhnya karena interaksi dan tradisi.

Jadi mana yang cocok untuk Anda? Apakah Idul Fitri atau Pesta Gula?

Tulisan Terbaru