Teh herbal menyebabkan keguguran

Teh herbal, yang banyak dikonsumsi selama musim dingin, menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur pada wanita hamil. Berbicara kepada reporter İHA, Ikatan Spesialis Ginekologi dan IVF. Dr. Hakan Çoksüer mengatakan bahwa konsumsi teh herbal telah meningkat pesat saat ini. Menyatakan bahwa teh herbal lebih disukai sebagai alternatif teh klasik hitam, karena sangat bermanfaat bagi kesehatan, Assoc. Dr. Çoksüer menyatakan bahwa konsumsi untuk masuk angin bahkan lebih meningkat, terutama pada cuaca dingin.

Assoc. Dr. “Namun, beberapa teh herbal dapat menunjukkan efek berbahaya dalam situasi tertentu serta manfaatnya. Teh herbal diketahui dikonsumsi untuk hampir semua masalah kesehatan, mulai dari sakit kepala hingga depresi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi teh herbal selama kehamilan bukanlah hal yang wajar.

Banyak ibu hamil yang tanpa sadar mengonsumsi teh herbal tanpa menyadarinya. Namun selama hamil, calon ibu harus berhati-hati dengan makanan yang dikonsumsinya dan bertindak selektif. Tidak semua teh herbal harus diminum, dan kandungan dalam teh herbal harus diketahui. Kalau tidak ramuan teh herbal bisa membahayakan bayi, ”ujarnya.

"TEH HERBAL MENINGKATKAN ROH WANITA"

Menyatakan bahwa bila teh herbal sering dikonsumsi akan meningkatkan risiko keguguran, risiko perdarahan selama kehamilan dan kontraksi rahim, serta risiko kelahiran prematur pun meningkat. Dr. Çoksüer menggunakan pernyataan berikut:

"Wanita hamil disarankan untuk menjauhi konsumsi teh hijau, karena telah terbukti dapat mempengaruhi tingkat asam folat.

Sekali lagi, bagi ibu menyusui, disarankan agar jumlah kafein dalam pola tidur bayi bisa terganggu, dan disarankan untuk tidak mengonsumsi teh hijau terlalu banyak. Wanita hamil harus sangat berhati-hati, terutama pada trimester pertama kehamilan. Trimester pertama adalah masa ketika ancaman keguguran tinggi. Ibu hamil pasti harus berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan teh herbal. Kehamilan adalah proses yang sangat berisiko. Oleh karena itu, para calon ibu sebaiknya tidak mengonsumsi teh herbal secara sembarangan. Ramuan dalam teh herbal yang diminum harus diketahui dan dikonsumsi dengan takaran yang tepat.

Secara khusus, wanita yang sering terancam keguguran harus memperhatikan teh herbal dan herbal yang mereka konsumsi. Beberapa teh herbal menyebabkan kontraksi rahim dan meningkatkan risiko keguguran. Yang penting sesuaikan dosisnya dan jangan konsumsi berlebihan. Tanaman dan teh seperti timi, kunyit, jelatang, jinten, kayu manis, dan senna tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan.

Untuk menjaga keseimbangan kalsium selama kehamilan, sebaiknya minum banyak susu. Juga, jus dan 2,5 liter air sehari adalah suatu keharusan. Jika Anda sangat menyukainya dan tidak bisa melepaskan teh hijau, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari satu cangkir sehari. Alih-alih menganggap teh herbal tidak berbahaya selama kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan teh herbal.

Tulisan Terbaru