10 mitos tentang pembesaran bibir

Pengisi bibir, yang dibuat untuk mencegah kerutan yang disebabkan oleh gerakan meniru yang berkaitan dengan usia dan untuk menambah volume pada bibir, menjadi sangat penting akhir-akhir ini. Ini bertujuan untuk menambah volume dan kontur bibir dengan menerapkan suntikan pengisian dermal pada titik pertemuan antara bibir atas dan bawah. Sangat penting untuk tidak mengganggu rasio emas, yang merupakan keharmonisan struktur hidung, bibir, dan dagu, saat mengaplikasikan pengisian bibir. Melakukan prosedur oleh dokter spesialis adalah salah satu poin terpenting. Namun, ada beberapa informasi yang salah tentang pengisi bibir, yang terutama diminati dan diminati oleh wanita. Jadi apa kesalahan terkenal ini?

Mitos 1: "Mengisi bibir memberikan tampilan buatan."

Fakta: Aplikasi yang membuat gambar palsu di bibir adalah tambalan buatan dan implan bibir. Pengisi kulit yang diaplikasikan dalam dosis akan memberi Anda bibir yang sangat alami. Selain itu, hasil profesional akan diperoleh jika jumlah suntikan disesuaikan dengan orang dan prosedur dilakukan oleh tangan yang berpengalaman.

Mitos 2: "Mengisi bibir memiliki efek samping."

Fakta: Perubahan fisiologis seperti kemerahan, memar ringan, dan bengkak mungkin dialami oleh orang tersebut saat pengisian dermal dioleskan ke bibir. Namun, perubahan ini hilang secara spontan dalam 1-2 hari setelah aplikasi dan tidak menimbulkan risiko apa pun.

Mitos 3: "Mengoleskan isian bibir adalah prosedur yang menyakitkan."

Fakta: Berkat inovasi yang dibawa oleh teknologi saat ini, tidak ada rasa sakit atau sakit saat mengisi suntikan. Fakta bahwa bahan pengisi yang disukai memiliki anestesi lokal juga mendukung penerapan prosedur dengan lebih nyaman. Produk teknologi terbaru yang digunakan meningkatkan efisiensi proses bahkan lebih.

Mitos 4: "Penambalan bibir bersifat permanen, tidak dapat diubah."

Fakta: Bahan kulit yang diaplikasikan selama pembesaran bibir tidak memiliki sifat permanen. Karena bahan pengisi diserap oleh tubuh dari waktu ke waktu karena alasan seperti karakteristik fisik, kebiasaan hidup, dan faktor eksternal. Namun, prosesnya tetap permanen selama rata-rata 8 hingga 8 bulan.

Mitos 5: "Proses pengisian bibir membutuhkan waktu lama."

Kebenaran: Proses pengisian tidak memakan waktu lama, sebaliknya dapat diselesaikan dalam waktu 10-15 menit bila dilakukan oleh dokter spesialis. Krim yang memberikan efek anestesi lokal dioleskan sebelum prosedur dan injeksi dimulai 15 menit kemudian.

Mitos 6: "Perlu diberi makan hanya dengan cairan selama beberapa hari setelah injeksi."

Fakta: Prosedur pengisian bibir tidak memerlukan istirahat setelahnya dan dapat dilakukan bahkan pada siang hari dan orang tersebut dapat segera kembali ke kehidupan normal. Selain itu, semua jenis makanan cair dan padat bisa dikonsumsi. Tidak mengonsumsi minuman panas hanya 1-2 jam pertama akan lebih sehat dalam hal mencegah edema lokal.

Mitos 7: "Prosedur pengisian bibir hanya untuk wanita."

Fakta: Pria, seperti wanita, kehilangan elastisitas kulit seiring bertambahnya usia. Kehilangan juga dapat tercermin sebagai bibir yang kendur dari waktu ke waktu. Untuk alasan ini, tidak ada diskriminasi gender dalam penerapan bibir. Kedua jenis kelamin mungkin perlu diisi dan disuntik bibir.

Mitos 8: "Prosesnya menjadi terlihat hanya setelah beberapa minggu."

Fakta: Dermal filler mulai memberikan hasil begitu disuntikkan ke bibir, tidak perlu menunggu berminggu-minggu. Sekalipun ada sedikit edema setelah prosedur, keadaan ini hilang dalam waktu singkat dengan kompres dingin dan bibir mendapatkan kembali volume idealnya.

Mitos 9: "Mengisi bibir tidak berkontribusi pada pembentukan bibir."

Fakta: Keahlian dan kompetensi dokter berperan besar dalam membentuk bibir dengan filler. Desain bibir yang disesuaikan dapat dibuat dengan spesialis yang tepat dan teknik injeksi yang tepat.

Mitos 10: "Pengisian kulit dan botoks di sekitar mulut menciptakan efek yang sama."

Fakta: Botox menghilangkan kerutan dinamis yang disebabkan oleh gerakan meniru di sekitar mulut, sedangkan pengisian bibir mengisi kerutan statis yang terjadi selama bertahun-tahun dan memberi volume pada bibir. Dengan kata lain, hasil dari prosedur pengisian bibir dan botoks berbeda satu sama lain.

Tulisan Terbaru