Bisakah saya hamil segera setelah saya berhenti minum pil kontrasepsi?

Spesialis Ginekologi, Kebidanan dan IVF Op. Dr. Betül Görgen memberikan informasi berikut tentang subjek ini:

“Ketika seorang wanita menginginkan kehamilan, cukup dengan berhenti minum pil. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan pil kontrasepsi untuk waktu yang lebih lama hamil lebih awal daripada mereka yang menggunakannya untuk waktu yang lebih singkat.

Terkadang pil KB menutupi ketidakteraturan menstruasi. Bahkan jika mereka berhenti minum pil, mereka tidak akan bisa hamil kecuali menstruasi mereka teratur.

Jadi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan siklus menstruasi setelah berhenti menggunakan pil?

Menurut penelitian, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat terjadi selama tiga bulan setelah menghentikan penggunaan pil. Periode pertama setelah penghentian pil disebut "pendarahan penarikan". Pendarahan ini mungkin berbeda dengan saat minum pil. Periode berikut ini lebih alami.

Durasi penggunaan pil tidak berpengaruh buruk pada kehamilan

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Reproduksi Manusia mengungkapkan bahwa wanita yang dilindungi dengan pil mungkin mengalami penundaan 2-6 bulan dalam proses pembuahan setelah melepaskan pil dibandingkan dengan mereka yang dilindungi dengan metode lain.

Studi tersebut melibatkan 3 ribu 727 wanita berusia antara 18-40. Peserta ditanyai setiap bulan selama 12 bulan setelah menghentikan pil. Dalam studi tersebut, mereka yang menggunakan pil kontrasepsi untuk waktu yang lebih lama hamil lebih awal dibandingkan mereka yang menggunakannya untuk waktu yang lebih singkat.

Jika Anda mulai menggunakannya sebelum usia 21 ...

Mereka yang mulai menggunakan pil sebelum usia 21 tahun lebih sulit untuk hamil dibandingkan mereka yang mulai menggunakan pil pada usia yang lebih tua. Karena ada masalah yang lebih serius di lapangan pada mereka yang menggunakan pil sebelum usia 21 tahun, masalah ini muncul kembali setelah pil dihentikan dan menjadi sulit bagi mereka untuk hamil.

Apa yang harus dipertimbangkan saat melepaskan pil?

Kesehatan wanita secara umum: Fungsi tiroid, PCOS dan penyakit kelenjar pituitari mempengaruhi proses konsepsi. Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan juga membuat sulit untuk hamil.

Kesehatan reproduksi: Infeksi panggul, saluran tersumbat, endometriosis dapat mencegah kehamilan.

Kesehatan reproduksi pria: Jumlah sperma yang rendah merupakan faktor penting.

Frekuensi berhubungan seks: Untuk menjaga kemungkinan hamil maksimal, pasangan perlu berhubungan seks setiap 2-3 hari sekali.

Usia wanita: Kemungkinan hamil menurun setelah usia 35 tahun. Sementara probabilitas kehamilan 92 persen pada wanita usia 19-26 tahun yang melakukan hubungan seks tanpa perlindungan selama setahun, angka ini 82 persen pada rentang usia 35-39 tahun.

Akibatnya, kemampuan untuk hamil terkait dengan banyak faktor. Berhenti menggunakan pil adalah langkah terpenting. Namun saat mengambil keputusan ini, sangat penting kesehatan tubuh Anda dalam kondisi yang baik.

Untuk kehamilan yang sehat; Suplemen vitamin dan asam folat, berhenti merokok, menghindari penggunaan alkohol, dan meminimalkan stres adalah penting.

Tulisan Terbaru